Rabu, 20 Juni 2012

bengkel

Pengertian bengkel
Ialah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt danmesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin.Pentingnya bengkel pada suatu usaha tani.Perkakas bengkel hampir selalu tersedia pada setiap satuan kehidupan. Bahkan di rumah tangga biasapunkebanyakan akan ditemukan peralatan bengkel minimal, yang digunakan untuk perawatan dan perbaikanbarang-barang keperluan rumah tangga. Juga di kantor-kantor, banyak pekerjaan perawatan kecil yanglebih efisien jika dilakukan sendiri oleh karyawan kantor tersebut. Pekerjaan perbengkelan selalu dibutuhkanoleh setiap unit kehidupan. Hal tersebut disebabkan oleh sifat alami barang-barang perlengkapan kehidupanyang selalu membutuhkan perawatan serta mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Dapat dikatakanbahwa pekerjaan perbengkelan hampir selalu menyertai setiap pemilikan barang.Pada suatu perusahaan yang banyak menggunakan mesin, adanya bengkel adalah hal yang penting.Mesin-mesin perlu dirawat secara berkala, sehingga membutuhkan perkakas perawatan. Mesin-mesin jugamengalami kerusakan dalam pemakaiannya, sehingga diperlukan perbaikan. Jika mesin tidak dirawatdengan semestinya, maka umur pemakaian akan berkurang sehingga merugikan perusahan. Jika mesinrusak, maka jadwal kegiatan akan terganggu sehingga akan merugikan perusahaan.Pada suatu usaha tani, seberapapun ukuran usaha taninya, pastilah digunakan alsin pertanian. Untukusaha tani yang paling sederhana misalnya, dengan alat yang dipakai adalah cangkul dan sabit, setidaknyaakan diperlukan perkakas pengasah semisal batu gerinda atau kikir. Untuk usaha tani yang ukurannya lebihbesar, dengan alsin yang lebih beragam dan lebih rumit, tentulah diperlukan perkakas yang lebih banyak.Jika alsin yang dimiliki perusahaan tidak terlalu banyak, biasanya lebih efisien dan ekonomis untukmenggantungkan perbaikan pada perusahaan bengkel komersial. Namun jika pemilikan alsin jumlahnyabanyak, biasanya pemilikan bengkel sendiri lebih efisien dan ekonomis.Pada usaha tani dengan skala yang lebih besar, pentingnya bengkel semakin nyata. Alsin dimiliki suatuperusahaan pertanian adalah untuk dapat digunakan dengan semestinya, sesuai jadwal yang telahditetapkan. Jika alsin mengalami kerusakan maka jadwal kerja akan terganggu, yang pada giliranselanjutnya akan merugikan secara ekonomi.
1.   Dengan tertundanya suatu jadwal pekerjaan, bisa jadi akan menyebabkan harus diubahnya jadwalseluruh rangkaian pekerjaan di perusahaan.
2.   Jika pekerjaan tersebut terkait dengan musim, adanya penundaan bisa mengakibatkan kerugianyang besar, karena pekerjaan di musim/tahun tersebut bisa tertunda sampai tahun berikutnya.
Pekerjaan Dalam Bengkel
Sesuai dengan fungsinya, di dalam bengkel dilakukan kegiatan
1. Perawatan alsin: cek rutin, ganti oli, dan lain-lain.
2. Perbaikan alsin
3. Pembuatan komponen alsin untuk penggantian
4.   Pembuatan komponen dan perakitan alsin
Modal pendirian bengkel
Untuk bisa dilaksanakannya kegiatan perbengkelan diperlukan:
1. Peralatan (perkakas) secukupnya sesuai kebutuhan setempat.
2. Bangunan / gedung tempat dilakukan kegiatan.
3.   Persediaan suku cadang untuk suku yang biasanya sering memerlukan penggantian.
4. Bahan-bahan untuk perawatan misalnya cadangan oli dan sebagainya.
5. Bahan-bahan untuk pembuatan komponen.
6.   Tenaga terdidik / trampil sesuai keperluan.
Fungsi bengkel sebagai bangunan
Sebagai bangunan, bengkel berfungsi sebagai:
1.  Tempat pemeliharaan /perbaikan alsin, pembuatan komponen dan perakitan alsin
2. Penyimpanan suku cadang
3. Penyimpanan perkakas perbengkelan
4.  Penyimpanan bahan-bahan, logam dan sebagainya, untuk kegiatan perbengkelan
5.   Penyimpanan bahan untuk perawatan alsin.
Pekerjaan logam.
Kebanyakan komponen utama alsin adalah terbuat dari logam (terutama besi/baja), sehingga kebanyakanperkakas bengkel berupa perkakas untuk menangani logam.
Alsin perkakas
Di dalam bengkel tersedia alat-alat dan mesin-mesin perbengkelan, yang biasa juga disebut denganperkakas.Alat dan mesin perkakas yang tersedia di bengkel sederhana, antara lain:
1.   Perkakas untuk memutar mur, baut, sekrup, misalnya: obeng, kunci inggris, kunci pas, kuncikurung, kunci sok, kunci ring, kunci L.
2.  Perkakas untuk membantu memegang benda kerja, misalnya bermacam tang, catut, tanggam.
3.   Perkakas untuk meratakan, menghaluskan atau menggerus permukaan logam, misalnyabermacam kikir, gerinda.
4. Perkakas untuk membuat lubang, ialah bor dengan berbagai ukuran.
5. Perkakas untuk memotong, ialah berbagai macam gergaji dan gunting.
6. Perkakas untuk memukul, berupa bermacam palu beserta landasannya.
7. Perkakas untuk membuat bentuk bulat, ialah bubut.
8.   Peralatan las dan solder untuk penyambungan logam.
9.   Alat-alat bantu seperti alat ukur (meteran, penggaris, alat pengukur kerenggangan [filler gauge],alat penera jarak ulir, jangka sorong, dsb), jangka, penggores dan penakik permukaan logam (drip),busur derajat, penyiku.
Untuk bengkel yang lebih lengkap, misalnya yang digunakan untuk perbaikan alat yang lebih rumit atauuntuk produksi, tersedia mesin perkakas misalnya:
1.Mesin penekuk / melipat lembaran logam.
2.Mesin pembuat alur pada permukaan logam
3.Mesin pembuat roda gigi.
4.Peralatan cor logam
5.Peralatan tempa.
6.Kompresor udara.
7.Mesin pres lembaran logam.
Pekerjaan Yang Dilakukan Di Bengkel.
Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain:
1.   Memotong
2.   Membuat lubang dan alur 
3.   Membuat bentuk.
·       Meratakan permukaan
·       Menekuk/melipat
·       Membentuk silinder dengan profil tertentu
·       Melengkungkan
·       Mencetak bentuk dasar misal cor dan tempa.
4.   Menyambung logam
Pemotongan Logam
Logam perlu dipotong untuk membuat komponen mesin. Ada tiga cara pemotongan logam, ialahmenggunakan:1.Gunting, menggunakan prinsip geseran (shear).2.Gergaji dan gerinda potong, menggunakan prinsip gerusan/kikis.3.Las, menggunakan prinsip pelelehan dan pembakaran dengan pemanasan.Masing-masing cara tersebut memakai prinsip pemotongan yang berbeda. Pemotongan dengan gergajimenggunakan prinsip penggerusan permukaan. Benda kerja digerus pada bagian yang akan dipotong,menggunakan prinsip abrasif (penggerusan permukaan). Pemotongan dengan gunting menggunakanprinsip geseran karena tekanan paksa (shear ). Cara ini hanya bisa dilakukan untuk logam yang relatif tipis.Sedangkan pemotongan dengan las menggunakan prinsip pelelehan dan pembakaran bagian yang akandipotong, sehingga benda kerja terpisah menjadi dua.

Gergaji dan gerinda potong
Prinsip kerja gergaji / gerinda potong ialah pemotongan dengan pengikisan permukaan. Gergaji / gerindapotong digunakan untuk benda kerja yang ukurannya lebih besar dari yang bisa dipotong dengan gunting.Gergaji terbuat dari baja dengan campuran khusus sehingga cukup keras dan bisa memotong logamlainnya. Ada 2 macam gergaji ditinjau dari penggerakkannya, yaitu gergaji tangan dan gergaji mesin.Gergaji mesin sama dengan gergaji tangan kecuali bahwa gergaji ini menggunakan penggerak motor listrikatau lainnya.Karakteristik penggunaan gergaji ialah:
·       Keuntungan: hasil bagus, halus, tidak merusak bahan, bisa untuk benda pejal besar, alat awet.
·       Kekurangan: lambat, melelahkan (khusus gergaji tangan).
Gerinda potong dibuat dari batu abrasive (sintetik) dengan tulangan anyaman kawat, biasanya digunakanuntuk memotong bahan yang tidak terlalu besar.

                         

Gunting
Gunting digunakan untuk memotong logam tipis, dan hanya untuk baja lunak misal pelat sampai tebal 5mm, batang besi sampai diameter 10 mm.
Macam gunting:
·       Gunting tangan, untuk lembaran yang sangat tipis 0.5 mm.
·       Gunting lantai untuk pelat sampai 5 mm dan batang sampai 10 mm
·       Tang potong untuk kawat sampai 3 mm.



 
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar